AS Monaco Pertahankan Trio Bintang Muda

Penampilan AS Monaco di musim ini sangatlah gemilang. Klub yang bermarkas di Stade Louis II ini mampu menembus babak semifinal Liga Champions dan akan menghadapi perlawanan Juventus.

Kylian Mbappe Bernardo Silva Thomas Lemar
Kylian Mbappe. Bernardo Silva dan Thomas Lemar akan dipertahankan oleh pihak Monaco

Di kancah Ligue 1 Prancis, pasukan Leonardo Jardim hingga pekan ke 34 kokoh di puncak klasemen dengan keunggulan poin yang sama dengan sang juara bertahan, Paris Saint Germain. Namun memiliki satu keunggulan dari jumlah laga, dimana Monaco mengantongi satu tabungan laga yang belum dimainkan.

Pencapaian fantastis tersebut tidak terlepas dari penampilan imprensif dari tiga pemain muda yang kini menjadi buruan tim-tim elit Eropa. Adalah Thomas Lemar, Bernardo Silva dan Kylian Mbappe. Meskipun ketiga pemain tersebut tengah menjadi target bagi sejumlah tim di Eropa di musim panas nanti.

Namun trio itu akan tetap bertahan di AS Monaco untuk beberapa musim kedepan. Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Vadim Vasilyev selaku Wakil Presiden klub.

Vasilyev mengungkapkan bahwa tiga pemain bintang yang mampu mengantarkan tim lolos hingga ke babak semifinal UCL musim ini, tetap akan menjadi rencana dalam skuat Les Rouge et Blanc di musim-musim berikutnya.

“Saat ini, kami tidak menjual ketiga pemain bintang kami. Kondisi akan keuangan tim dalam kondisi yang seimbang untuk sekarang ini,”

“Tak ada satupun pemain yang mengatakan kepada kami akan pergi di musim panas nanti. Kami akan segera berbicara dengan mereka. Namun, mengingat Piala Dunia 2018 yang semakin dekat, saya rasa bahwa mereka tidak akan hengkang,”

“Tentu kami akan mengerahkan semuanya demi mempertahankan mereka. Dan memberikan keyakinan kepada mereka semua, bahwa AS Monaco akan menjadi tim yang kompetitif di musim-musim mendatang,” ungkap Vasilyev.

Leonardo Jardim: DNA AS Monaco Adalah Menyerang

Sukses menembus babak semifinal Liga Champions, setelah mampu menyingkirkan raksasa Bundesliga Borussia Dortmund dengan agregat 6-3. Sang pelatih AS Monaco Leonardo Jardim menyatakan bahwa pasukannya tak akan sekalipun mengubah gaya permainan menyerang yang saat ini diterapkan.

Leonardo Jardim
Leonardo Jardim ungkap bahwa menyerang adalah DNA AS Monaco

Tim yang saat ini kokoh di puncak klasemen Ligue 1 Prancis itu secara meyakinkan mampu mengandaskan perlawanan tim asuhan Thomas Tuchel pada leg kedua dengan skor 3-1. Kemenangan itu sekaligus membuat Monaco menyegel satu tiket di fase semifinal UCL.

Tidak hanya meloloskan ke babak semifinal, kemenangan tersebut juga mencatatkan bahwa Monaco mampu mencetak minimal gol dalam lima laga terakhir di kancah Liga Champions secara beruntun.

“Kami rasa bahwa laga tersebut sejatinya dapat berakhir dengan skor 6-3 atau setidaknya 5-3. Lantaran kedua tim memiliki banyak peluang, namun harus berakhir sia-sia,”

“Kami juga menyadari, bahwa dengan bermain secara terbuka akan menyisakan ruang yang dapat dimaksimalkan oleh lawan. Akan tetapi, kami memiliki keuntungan untuk mengambil celah disitu. Saat ini, kami tinggal menunggu siapa yang akan menjadi lawan kami selanjutnya,”

“Namun yang pasti, kami tetap akan mengandalkan permainan yang sama. Kami terus mencari gol, karena inilah cara kami bermain. Ini adalah DNA AS Monaco,” ungkap Jardim.

Kylian Mbappe Cetak Rekor Baru di Liga Champions

Striker muda milik AS Monaco Kylian Mbappe baru saja mencatatkan namanya di buku sejarah Liga Champions sebagai pemain pertama yang sukses mencetak gol dalam empat pertandingan pertamanya di babak gugur. Gol keempatnya tercipta ketika melawan Borussia Dortmund di leg kedua fase perempat final.

Kylian Mbappe
Kylian Mbappe catatkan rekor baru di buku sejarah Liga Champions

Pemain yang masih berusia 18 tahun tersebut mampu mencetak dua gol bagi timnya di laga leg pertama melawan raksasa Bundesliga yang berakhir dengan skor 4-2. Mbappe juga berhasil mencetak gol di dua pertandingan kala menghadapi perlawanan Manchester City di babak perdelapanfinal.

 

SC Bastia Masih Menempati Dasar Klasemen Ligue 1 Prancis

Hingga memasuki pekan ke 34 Ligue 1 Prancis akhir pekan nanti, SC Bastia masih menempati posisi dasar klasemen. Tim besutan Rui Almeida hanya memperoleh 28 angka dari 32 pertandingan yang telah dilalui. Dari rincian hanya meraih enam kemenangan, sepuluh hasil imbang dan harus menelan kekalahan sebanyak 16 kali.

SC Bastia
SC Bastia masih tertahan di dasar klasemen Ligue 1 Prancis hingga pekan ke 34

Berjarak satu angka dari Dijon FCO yang menempati satu peringkat diatasnya. Namun, Bastia memiliki keunggulan dengan satu laga yang belum dimainkan. Yakni ketika melawan Olympique Lyonnais yang seharusnya dilangsungkan pada pekan lalu.

Sementara untuk keluar dari zona degradasi, ‎I Turchini hanya membutuhkan tiga poin untuk menempati posisi ke 18 yang saat ini masih dihuni oleh FC Lorient. Dimana posisi 18 adalah zona Relegation Play-off, yang berarti harus melewati babak kualifikasi terlebih dahulu untuk tetap bertahan di kompetisi tertinggi antar klub Prancis.

Atau untuk menghuni posisi ke 17 yang secara otomatis bertahan di kancah Ligue1 Prancis musim depan. Bastia juga membutuhkan poin yang sama yakni sebanyak tiga angka. Demi menggeser AS Nancy-Lorraine yang menempati urutan 17 tersebut.

Sedangkan puncak klasemen masih dipegang oleh AS Monaco dengan raihan 77 poin. Paris Saint Germain menempel ketat di posisi kedua dengan poin yang sama, namun dengan keunggulan satu laga dari sang pemuncak klasemen.

OGC Nice yang pada awal-awal musim hingga pertengahan musim menempati posisi teratas. Kini, Mario Balotelli CS berada di urutan ketiga dengan jarak empat angka dari sang juara bertahan PSG. Olympique Lyonnais melengkapi zona Eropa dengan raihan 54 poin.

SC Bastia Siap Bertandang ke Markas Girondins de Bordeaux

Akhir pekan nanti, SC Bastia akan bertandang ke Stade Matmut-Atlantique, markas Girondins de Bordeaux dalam lanjutan matchday 34 Ligue 1 Prancis. Pertandingan tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 23 April 2017 dan kick off pukul 01.00 WIB.

Girondins de Bordeaux vs SC Bastia
SC Bastia akan bertandang ke markas Girondins de Bordeaux pada akhir pekan nanti

I Turchini masih menduduki posisi paling buncit di tangga klasemen. Dengan hanya mengumpulkan 28 poin dari 32 pertandingan yang telah dilakoni. Berjarak satu angka dari Dijon FCO yang berada satu tingkat diatasnya dan memiliki satu laga tabungan, kala melawan Olympique Lyonnais.

Tim arahan Rui Almeida akan menghadapi perlawanan yang sengit. Terlebih, mereka bermain sebagai tim tamu. Pasalnya, lawan yang akan mereka hadapi yakni Bordeaux tengah berusaha untuk menempati zona Eropa, yang hanya berjarak dua angka dari Lyon.

Les Girondins masih tertahan di posisi kelima dengan 52 poin dari 33 pertandingan yang telah dilewati. Berselisih dua angka dari Lyon yang menempati urutan paling akhir zona Eropa. Akan tetapi, Les Gones (julukan Lyon) memiliki satu laga tabungan.

Rui Almeida: Kami Siap Curi Poin Maksimal

Meskipun demikian, sang manajer Bastia Rui Almeida menyatakan bahwa timnya siap untuk mencuri poin penuh di markas lawan pada akhir pekan nanti. Demi keluar dari zona degradasi dan tetap bermain di kompetisi Ligue 1 Prancis.

Rui Almeida
Rui Almeida yakin timnya akan meraih tiga poin di markas Bordeaux

“Kami siap untuk bertandang ke markas Bordeaux dan siap untuk mencuri poin maksimal. Situasi tim saat ini dalam keadaan baik-baik saja, setelah mampu memutus tren negatif pada dua pekan lalu. Dan kami memiliki waktu istirahat dua pekan, setelah di pekan lalu pertandingan melawan Lyon harus tertunda,”

“Dengan waktu istirahat yang cukup untuk memulihkan tenaga para pemain. Kami merasa optimis akan mendapatkan raihan tiga poin. Walaupun kami bermain penuh tekanan dari para supporter tim tuan rumah. Tapi kami memiliki mental yang kuat,” ungkap pelatih berkebangsaan Portugal.

Prediksi: Paris Saint Germain vs Montpellier, Tempel Ketat Pemuncak Klasemen

Paris Saint Germain akan melakoni laga melawan Montpellier dalam lanjutan gameweek 34 Ligue 1 Prancis akhir pekan ini. Laga yang dihelat di Parc des Princes itu akan berlangsung pada tanggal 22 April 2017 dan kick off pada pukul 22.00 WIB.

Paris Saint Germain vs Montpellier
Paris Saint Germain vs Montpellier akan tersaji pada akhir pekan ini

PSG akan memaksimalkan pertandingan tersebut untuk meraih kemenangan. Guna terus menempel ketat AS Monaco yang masih kokoh di puncak klasemen. Terlebih, laga dimainkan di markas kebanggaan sendiri dengan dukungan penuh para supporter yang hadir.

Hingga pekan 33, Edinson Cavani CS masih tertahan di urutan kedua dengan perolehan poin yang sama dengan Les Rouge et Blanc di puncak klasemen. Namun, PSG unggul satu laga dari tim besutan Leonardo Jardim yang baru bermain sebanyak 32 pertandingan.

Dengan meraih kemenangan dan berharap AS Monaco yang akan bertandang ke markas Olympique Lyonnais gagal membawa pulang poin. Maka, Paris Saint Germain mampu menduduki posisi teratas. Meskipun, Monaco masih memiliki kesempatan untuk kembali, lantaran mengantongi satu pertandingan.

Akan tetapi, tim arahan Unai Emery walaupun bermain di markas sendiri, namun tetap akan mendapatkan perlawanan yang sengit dari Montpellier. Pasalnya, La Paillade juga berusaha untuk tetap menjaga jarak aman dari jurang degradasi.

Kini, Montpellier menduduki posisi ke 12 dengan sukses mengumpulkan angka sebanyak 39 poin. Dari 10 pertandingan mampu diraih dengan kemenangan, sembilan laga berakhir imbang dan 14 laga terpaksa menelan kekalahan.

Berjarak sepuluh angka dari Dijon FCO yang menempati zona degradasi. Dan berselisih cukup jauh dengan zona Eropa yang ditempati oleh Lyon yang mengoleksi 54 angka.

Prediksi Line Up Paris Saint Germain vs Montpellier

Untuk memaksimalkan pertandingan guna meraih kemenangan dan terus menempel ketat sang pemuncak klasemen yang masih dipegang oleh AS Monaco. Sang pelatih Unai Emery tetap menerapkan formasi 4-3-3, dengan Edison Cavani, Lucas Moura dan Angel di Maria yang akan mengisi lini depan.

Parc des Princes
Parc des Princes akan menjadi venue laga antara Paris Saint Germain vs Montpellier

Marco Verratti dan Thiago Motta serta Matuidi yang pada laga sebelumnya menjadi aktor kemenangan PSG atas FC Metz akan mengisi lini tengah permainan, guna mengalirkan bola ke jantung pertahanan lawan dan membantu dalam menjaga kedalaman tim.

Marquinhos kembali berduet bersama Presnel Kimpembe dalam menjaga lini pertahanan. Dan akan dibantu oleh Thomas Meunier di sisi kanan serta Alex Maxwell menjaga sisi kiri. Kevin Trapp tetap menjadi pilihan terdepan dalam bertugas dibawah mistar gawang.

Sementara dari sisi tamu, pelatih Montpellier Jean Gasset akan mengandalkan Steve Mounie sebagai ujung tombak dalam strategi 4-2-3-1. Penyerang berkebangsaan Benin itu akan ditopang oleh tiga gelandang kreatif yang diperankan oleh Nanitamo Ikone, Ryad Boudebouz dan Isaac Mbenza.

Sessègnon kembali berduet bersama Skhiri sebagai gelandang bertahan. Sedangkan lini pertahanan, Hilton berpasangan bersama Pokorný dan di posisi kanan diisi oleh Mukiele serta Roussillon di posisi kanan. Posisi kiper sepenuhnya dipercayakan ditangan Pionnier.

Catatan Lima Pertandingan Terakhir Kedua Tim

Berdasarkan catatan dalam lima laga yang telah dilakoni masing-masing tim, Paris Saint Germain mampu menyapu bersih dengan kemenangan sedangkan Montpellier harus menelan kekalahan sebanyak tiga laga dan dua pertandingan sisanya mampu dirah dengan kemenangan.

Paris Saint Germain vs Montpellier
Paris Saint Germain mengusung misi kemenangan kala berhadapan Montpellier, guna menempel ketat AS Monaco di puncak klasemen Ligue 1 Prancis

Pada pertandingan terakhir, PSG mampu membawa pulang poin maksimal kala bertandang ke markas FC Metz. Dalam laga itu, Matuidi sukses mencetak dua gol, dimana satu golnya tercipta di menit-menit akhir yang mengantarkan timnya meraih kemenangan tipis 2-3.

Begitu juga laga terakhir yang dilakoni oleh La Paillade yang sukses mengalahkan FC Lorient. Pertandingan yang berjalan di Stade de la Mosson berakhir dengan skor 2-0.

Lyon vs AS Monaco, Pertahankan Posisi Klasemen

Olympique Lyonnais akan menghadapi perlawanan AS Monaco yang merupakan kandidat juara Ligue 1 Prancis musim ini, dalam lanjutan matchday 34 akhir pekan nanti. Laga dijadwalkan akan berlangsung di Parc Olympique Lyonnais, Décines-Charpieu pada tanggal 24 April 2017 dan dimulai pukul 02.15 WIB mendatang.

Lyon vs AS Monaco
Lyon akan menghadapi calon juara Ligue 1 Prancis musim ini AS Monaco pada akhir pekan nanti

Hingga pekan ke 33, Les Gones masih tertahan di posisi keempat dengan hanya memperoleh 54 angka. Dari catatan sukses meraih kemenangan sebanyak 17 laga, tiga hasil imbang dan terpaksa 12 laga harus berakhir dengan kekalahan.

Kini, Lyon berselisih cukup jauh dengan OGC Nice, yaitu 19 angka dari Mario Balotelli CS yang duduk di peringkat ketiga. Dan hanya terpaut dua angka dari FC Girondins de Bordeaux di posisi kelima.

Namun, tim besutan Bruno Genesio masih mengantongi satu laga yang belum dimainkan. Yakni melawan SC Bastia yang seharusnya dimainkan pada pekan lalu, tetapi terpaksa ditangguhkan.

Sementara itu, AS Monaco masih kokoh di puncak klasemen Ligue 1 Prancis dengan raihan poin sebanyak 77 angka. Berjarak tiga poin dari sang juara bertahan Paris Saint Germain yang sama-sama baru melakoni 32 pertandingan di urutan kedua.

Bruno Genesio Merasa Yakin Bahwa Timnya Akan Meraih Kemenangan

Lyon dijadwalkan akan melakoni pekan yang berat. Pasalnya, mereka akan menghadapi AS Monaco yang hingga kini masih nyaman di posisi teratas. Akan tetapi, sang manajer Bruno Genesio merasa optimis bahwa timnya akan mampu memetik kemenangan.

Bruno Genesio
Bruno Genesio yakin timnya akan mampu mengalahkan AS Monaco

“Akhir pekan nanti, kami akan menghadapi perlawanan yang cukup berat, yakni melawan tim yang merupakan kandidat juara pada musim ini. Dan mereka masih duduk di posisi pertama tangga klasemen. Namun, kami bermain di markas kebanggaan dengan dukungan penuh para supporter,”

“Sehingga, kami merasa yakin akan mampu mengalahkan mereka dan mengamankan tiga poin. Dengan begitu, posisi kami di zona Eropa akan tetap terjaga dan semakin menjauhkan jarak dengan tim lainnya yang berada dibawah kami dalam tangga klasemen,” ujar Bruno.

Pelatih berkebangsaan Prancis tersebut menambahkan, bahwa saat ini skuat timnya dalam situasi yang baik. Meskipun dua pekan lalu harus menelan kekalahan di kandang sendiri kala menghadapi FC Lorient dalam lanjutan pekan 32. Namun sukses memetik unggul agregat 2-1 pada leg pertama babak perempatfinal melawan Besiktas.

“Situasi tim saat ini dalam keadaan yang baik-baik saja. Walaupun pada dua pekan lalu, kami terpaksa menelan kekalahan yang cukup memalukan. Akan tetapi, kami mampu bangkit segera dengan sukses memenangkan laga di pertandingan selanjutnya,”

“Sehingga, kami akan menampilkan permainan agresif sejak awal. Demi meredam permainan impensif yang akan mereka tampilkan. Dengan demikian, kami mampu memenangkan pertandingan. Dan mempertahankan posisi di zona Eropa. Kami ingin tampil di kancah tertinggi kompetisi antar klub Eropa pada musim depan. Itu target yang realistis bagi kami,” tutup Bruno.

Leonardo Jardim: Kami Akan Curi Poin Penuh

Disisi lain, pelatih AS Monaco Leonardo Jardim mengungkapkan bahwa timnya akan mampu tampil maksimal demi mencuri poin penuh kala bertandang ke markas Lyon. “Ya, kami akan tampil seperti biasa, dengan tetap memberikan tekanan sejak menit awal ke lini pertahanan lawan. Dan kami optimis akan mampu membawa pulang poin penuh,” ujar Jardim.

Leonardo Jardim
Leonardo Jardim optimis akan menutup musim ini dengan gelar juara Ligue 1 Prancis

Manajer asal Portugal menambahkan bahwa timnya yakin akan dapat mempertahankan posisi teratas demi mengangkat trofi pada akhir musim nanti.

“Kami yakin, kami akan terus berusaha keras untuk menjaga posisi teratas di tangga klasemen ini. Guna pada akhir musim nanti, dapat keluar menjadi juara,” tutup Jardim.

Leonardo Jardim Ingatkan Kylian Mbappe Supaya Terus Berkembang

Sang manajer AS Monaco Leonardo Jardim mengungkapkan bahwa Kylian Mbappe harus terus berusaha untuk mengembangkan dirinya sebagai pemain sepakbola profesional.

Leonardo Jardim
Leonardo Jardim terus mengingatkan Kylian Mbappe agar terus berkembang

Meskipun saat ini, pemain muda berbakat itu mendapatkan pujian sebagai salah seorang pemain muda terbaik di dunia dan telah membuat banyak klub menginginkan jasanya.

Penampilan imprensif yang ditunjukkan Mbappe pada beberapa pertandingan terakhir ini, dikabarkan telah mencuri perhatian banyak klub-klub besar Eropa. Termasuk diantaranya dua raksasa La Liga Spanyol Barcelona dan Real Madrid, hingga Manchester United.

Ketertarikan para klub besar Benua Biru itu pada penyerang yang masih berusia 18 tahun ini meningkat. Setelah Mbappe melakoni laga debut untuk timnas Prancis. Terlebih, sepanjang musim ini, Ia mampu mengoleksi 19 gol dan 11 assist dari 32 laga yang telah Ia lakoni bersama AS Monaco di semua ajang kompetisi.

Jardim merasa terkesan dengan sikap Mbappe dalam menghadapi pujian besar yang beredar di media-media luas sejauh ini.

“Kami terus berusaha untuk menghadapi dampak dari media terhadap Mbappe. Lantaran Ia baru saja memulai empat hingga lima bulan lalu untuk bermain bersama kami. Dan kami terus mendukungnya, karena Ia adalah seorang remaja yang usianya masih 18 tahun,”

“Namun mengenai sikapnya, Ia terlihat cukup dewasa. Hal itu saya perhatikan ketika dirinya menghadapi awak media. Dia terlihat begitu tenang dan sangat mengerti tentang apa yang akan dirinya lakukan,”

“Dia tidak boleh jemawa dengan pujian-pujian yang mengarah kepadanya. Dia harus tetap mengembangkan dirinya dan berusaha untuk terus menjaga penampilannya,” ujar Jardim.

Mbappe bersama Les Rouge et Blanc hingga pekan ke 31 ini masih duduk di puncak klasemen dengan keunggulan tiga poin dari sang juara bertahan Paris Saint Germain. Pada pekan depan, Monaco akan menghadapi perlawanan Dijon FCO untuk melanjutkan perburuan gelar musim ini.

Kylian Mbappe Belum Siap Untuk Bergabung Bersama Real Madrid

Pemain muda berbakat milik AS Monaco Kylian Mbappe mengaku bahwa Ia belum siap untuk bergabung dengan tim besar sekelas Real Madrid.

Kylian Mbappe
Kylian Mbappe mengaku bahwa dirinya belum siap untuk bergabung bersama Real Madrid

Striker berusia 18 tahun itu terus dikaitkan dengan raksasa La Liga Spanyol Real Madrid, setelah dirinya mampu menampilkan kemampuan cemerlangnya dalam mengolah si kulit bundar di musim keduanya bersama AS Monaco. Sebagai catatan, sepanjang musim ini, Mbappe sudah mampu mencetak 19 gol serta 11 assist yang diraihnya dalam 32 penampilan di semua ajang.

Sang manajer Los Blancos Zinedine Zidane telah mengungkapkan bahwa dirinya mengagumi sosok Mbappe. Bahkan, Zidane juga menyatakan Madrid pada tahun 2013 lalu telah gagal mendatangkan kompatriotnya asal Prancis itu saat masih berada di akademi.

Namun, spekulasi mengenai kepindahan Mbappe ke Real Madrid, dibantah langsung oleh sang pemain. “Saat ini, saya masih berada di AS Monaco. Setelah itu, mari kita nantikan apa yang akan terjadi. Real Madrid merupakan tim yang besar. Akan tetapi, saya masih harus lebih belajar,” ujar Mbappe.

Jardim Bantah Rumor Arsenal

Disisi lain, juru taktik Monaco Leonardo Jardim menegaskan bahwa dirinya tidak memikirkan sama sekali tentang masa depannya dalam perjalanan karirnya sebagai manajer.

Leonardo Jardim
Jardim tidak memikirkan masa depannya dan hanya fokus bersama AS Monaco

Pelatih berkebangsaan Portugal tersebut terus dikaitkan dengan Arsenal dan dikabarkan akan menjadi suksesor Arsene Wenger di Meriam London, apabila The Professor pada akhir musim nanti meninggalkan Emirates Stadium. Akan tetapi, Jardim mengaku dirinya hanya akan fokus pada tim untuk memenangkan gelar di musim ini.

“Banyak hal yang terjadi di dunia sepakbola dan semua itu tidak ada yang mengetahui maupun menghitungnya. Tapi yang pasti dalam perhitungan saya adalah mengantarkan tim meraih gelar juara di musim ini. Adapun kontrak saya masih menyisakan dua tahun, dan saya tidak memikirkan hal itu,” ungkap Jardim.

AS Monaco Perkasa di Puncak Klasemen Ligue 1 Prancis

Memasuki matchday 33 Ligue 1 Prancis pada akhir pekan nanti. AS Monaco masih sangat nyaman duduk di puncak klasemen dengan raihan 74 poin. Dari rincian 23 pertandingan mampu meraih kemenangan, lima kali hasil imbang dan hanya menelan tiga kekalahan saja.

AS Monaco
AS Monaco masih kokoh di puncak klasemen Ligue 1 Prancis

Dimana ketiga kekalahan tersebut diderita saat menghadapi Olympique Lyonnais dengan skor 1-3 di markas kebanggaan sendiri. Kala bertandang ke markas Toulouse FC dengan skor yang sama 3-1. Dan terakhir ketika mengunjungi markas OGC Nice dengan kekalahan yang cukup telak 4-0.

Namun tim asuhan Leonardo Jardim mengantongi satu laga tabungan, yakni kala menghadapi AS Saint Etienne di pekan ke 31 lalu. Pertandingan yang seharusnya dilangsungkan pada tanggal 2 April 2017 di Stade Louis II tersebut harus ditunda.

Kini, Les Rouge et Blanc memiliki selisih tiga angka dari sang juara bertahan Paris Saint Germain yang terus membuntuti di urutan kedua, yang sama-sama baru melakoni laga sebanyak 31 pertandingan.

Sementara jarak dengan OGC Nice yang duduk di posis ketiga sebesar empat angka. Namun, Mario Balotelli CS tidak memiliki laga tabungan.

Pada pekan depan, Monaco akan bermain di markas kebanggaan sendiri dengan dukungan penuh para fans kala meladeni perlawanan Dijon FCO. Kemenangan mutlak harus diraih oleh Radamel Falcao CS, guna memperkokoh posisi di puncak klasemen dan tetap menjaga jarak aman dengan PSG yang bertandang ke markas Angers SCO.

Leonardo Jardim Optimis Pertahankan Posisi Teratas Hingga Akhir Musim

Hingga pekan ke 31, AS Monaco masih sangat perkasa di puncak klasemen Ligue 1 Prancis dengan selisih tiga angka dari sang rival Paris Saint Germain. Meskipun jarak tidak terlalu besar, namun sang manajer Leonardo Jardim merasa optimis bahwa timnya akan mampu mempertahankan posisi teratas hingga akhir musim nanti.

Leonardo Jardim
Leonardo Jardim yakin timnya akan meraih gelar juara di akhir musim nanti

“Saat ini kami masih kokoh di puncak klasemen dengan jarak tiga poin dari juara bertahan. Meskipun selisih tidak terbilang besar dan kami dapat kehilangan posisi teratas apabila kami terpeleset di laga berikutnya. Terlebih lagi kami masih harus menghadapi tim-tim besar pada pekan-pekan depan,”

“Namun yang pasti, kami memiliki rasa percaya diri yang tinggi untuk mampu menjaga posisi saat ini hingga akhir musim nanti. Kami optimis akan mengangkat gelar juara di akhir musim ini,” ujar Jardim.

Pelatih berkebangsaan Portugal tersebut menambahkan bahwa timnya akan memaksimalkan semua gelar yang masih tersedia. Sejauh ini, Les Rouge et Blanc masih bermain di tiga ajang kompetisi, yakni Ligue 1 Prancis, Liga Champions dan Coupe de France.

“Kami masih memiliki kesempatan untuk meraih tiga gelar musim ini. Di kancah liga domestik, kami kokoh di puncak klasemen. Dan di ajang Liga Champions, kami harus berjuang di babak perempat final melawan tim besar. Serta terakhir di babak semifinal Coupe de France melawan PSG,”

“Tentu kami akan berusaha untuk memaksimalkan ketiga gelar tersebut. Jangan sampai kami mengakhiri musim ini tanpa satupun gelar yang dapat kami raih,” tutup Jardim.

Radamel Falcao: Tentu, Kami Optimis Akhiri Musim Ini Dengan Meraih Gelar

Senada dengan pernyataan dari sang pelatih. Penyerang andalan AS Monaco Radamel Falcao mengungkapkan bahwa timnya akan mampu mengakhiri petualangan musim ini dengan menjadi juara.

Radamel Falcao
Radamel Falcao merasa yakin bahwa timnya mampu mengakhiri musim ini dengan gelar juara

“Saya rasa, saat ini kami memiliki rasa percaya diri yang cukup tinggi. Kami mampu mempertahankan posisi di puncak klasemen. Sukses melangkah ke babak perempat final Liga Champions dan bermain di fase semifinal Coupe de France. Sehingga, kami optimis akan mengakhiri musim ini dengan meraih gelar,” ungkap penyerang asal Kolombia.

AS Monaco vs Dijon FCO, Perkokoh Puncak Klasemen

AS Monaco siap mengokohkan posisinya di puncak klasemen, kala kedatangan tamu Dijon FCO dalam lanjutan matchday 33 Ligue 1 Prancis. Terlebih, pertandingan yang dijadwalkan pada tanggal 15 April 2017 nanti, berlangsung di Stade Louis II dengan dukungan penuh para supporter yang selalu setia memenuhi bangku stadion.

AS Monaco vs Dijon FC
AS Monaco vs Dijon FCO akan tersaji akhir pekan nanti

Tim asuhan Leonardo Jardim hingga pekan ke 31, masih kokoh di puncak klasemen dengan 74 angka. Dengan rincian meraih kemenangan sebanyak 24 laga, lima hasil imbang dan hanya menelan tiga kekalahan. Dimana ketiga pil pahit tersebut dialami ketika melawan OGC Nice, Toulouse FC dan terakhir kala berhadapan Olympique Lyonnais.

Kini, Les Rouge et Blanc terpaut tiga angka dari pesaing terdekatnya yang terus menghantui di urutan kedua, yakni sang juara bertahan Paris Saint Germain yang sama-sama baru menjalani 31 pertandingan. Itu berarti, kedua tim masih menyimpan satu pertandingan yang belum dimainkan.

Adapun laga yang harus Monaco tunda yaitu kala berhadapan dengan AS Saint-Étienne yang sejatinya dilangsungkan pada awal bulan April ini. Sementara PSG menghadapi FC Metz juga harus tertunda di pekan yang sama.

Namun, selisih angka dengan OGC Nice yang duduk di peringkat ketiga terbilang aman. Pasalnya, memiliki selisih hanya empat poin. Akan tetapi, Les Aiglons telah melakoni laga sebanyak 32 pertandingan. Sehingga memiliki kemungkinan untuk memperlebar jarak menjadi tujuh angka.

Monaco bukanlah tanpa perlawanan dan mudah dalam meraih poin penuh. Dijon FCO meskipun bermain dengan status sebagai tim tamu, tetapi tim asuhan Olivier Dall’Oglio saat ini tengah berusaha untuk keluar dari zona degradasi.

Sejauh ini, Dijon masih berada di peringkat ke 19 dengan hanya mengantongi 29 poin. Berselisih satu angka dari SC Bastia yang menempati posisi paling buncit di tangga klasemen. Dan hanya memiliki jarak dua angka dari FC Lorient di urutan ke 18 dan AS Nancy Lorraine di posisi 17 yang sama-sama mengoleksi 31 angka.

Lima Pertandingan Terakhir AS Monaco

Berdasarkan catatan lima laga terakhir yang dilakoni AS Monaco di semua kompetisi. Tim besutan Leonardo Jardim sukses menyapu empat pertandingan dengan kemenangan dan hanya sekali mengalami kekalahan. Adapun kekalahan itu ketika melawan Paris Saint Germain di kancah Coupe de la Ligue dengan skor 1-4.

AS Monaco
AS Monaco sukses memetik empat kemenangan dan sekali imbang dalam lima pertandingan terakhir

Dari keempat pertandingan yang berhasil diraih dengan kemenangan. Salah satunya kala menghadapi Manchester City di leg kedua babak perdelapan final Liga Champions. Dimana, Monaco sukses memetik kemenangan dengan skor 3-1, yang membuat agregat akhir menjadi 6-6 dan berhak melangkah ke fase perempat final.

Sementara pada pertandingan terakhir, Les Rouge et Blanc sukses mencuri poin penuh kala bertandang ke Stade Raymond Kopa, markas Angers SCO dalam lanjutan gameweek 32 Ligue 1 Prancis. Radamel Falcao sukses menjadi pahlawan kemenangan berkat golnya di menit ke 61.

Lima Laga Terakhir Dijon FCO

Berbeda jauh dengan AS Monaco yang hanya menelan satu kekalahan dan meraih empat laga dengan kemenangan dalam lima pertandingan terakhir. Dijon FCO justru dalam lima laga terakhir di semua ajang tidak mampu memetik kemenangan. Bahkan, Les Chouettes harus menelan tiga kekalahan dan dua laga sisanya berakhir imbang.

Dijon FCO
Dijon FCO tengah berusaha untuk keluar dari zona degradasi

Kekalahan pertama di derita saat melawan OGC Nice dengan skor tipis 0-1. Laga berikutnya mampu mencuri satu poin kala bertandang ke markas Stade Rennais FC. Selanjutnya kembali menelan kekalahan melawan AS Saint Etienne.

Pertandingan keempat dilalui kembali dengan hasil imbang, yakni ketika menghadapi Olympique de Marseille dan laga terakhir harus mengakui kehebatan SC Bastia dengan skor 1-2.

Everton Siap Jamu Leicester City di Pekan 32 Liga Primer Inggris

Liga Primer Inggris tengah memasuki pekan ke 32 pada akhir pekan nanti. Salah satu pertandingan yang akan berlangsung yakni antara Everton melawan Leicester City. Laga yang dihelat di Goodison Park, Liverpool ini akan diselenggarakan pada tanggal 9 April 2017 pukul 22.00 WIB.

Everton vs Leicester City
Everton akan menjamu Leicester City pada akhir pekan nanti

Kedua tim tentu sama-sama akan berusaha keras untuk meraih poin penuh demi memperbaiki posisi mereka masing-masing di tangga klasemen.

Hingga matchday 31, The Toffes belum beranjak dari posisi ketujuh dengan mengantongi poin sebanyak 51 angka. Terpaut hanya tiga angka dari Manchester United yang kembali duduk di peringkat keenam. Dan berjarak cukup aman dari pesaing terdekatnya West Bromwich Albion di posisi kedelapan dengan raihan 44 poin.

Untuk masuk ke zona Eropa pada musim depan, tim asuhan Ronald Koeman harus menggeser dua tim diatasnya yang sama-sama memiliki poin 54 atau hanya berjarak tiga angka, yakni The Reds Devil dan Arsenal. Namun, kedua tim pesaingnya itu masih memiliki satu laga tabungan, yang dapat membuat jarak menjadi enam angka.

Tentu, Romelu Lukaku CS akan bermain imprensif demi meraih poin penuh. Terlebih, laga akan dimainkan di markas kebanggaan sendiri dengan dukungan penuh para supporter yang selalu setia mendukung.

Akan tetapi, Everton bukan tanpa perlawanan pada laga akhir pekan nanti. Pasalnya, The Foxes saat ini tengah berada dalam tren positif. Setelah pihak manajemen klub memutus kontrak Claudio Ranieri pada bulan Januari lalu, tim yang saat ini ditangani oleh Craig Shakespeare sukses melewati lima laga dengan kemenangan.

Catatan apik tersebut membuat Jamie Vardy CS menjauhi zona degradasi. Hingga pekan ke 31 ini, sang juara bertahan duduk di peringkat ke 11 dengan raihan 36 poin. Berselisih hanya satu angka dari Watford dan Southampton yang sama-sama memiliki 37 poin di peringkat ke 10 dan 9.

Ronald Koeman Optimis Berkancah di Kancah Eropa Pada Musim Depan

Everton akan menghadapi perlawanan Leicester City pada matchday 32 Liga Primer Inggris akhir pekan nanti. Sang manajer Ronald Koeman merasa optimis bahwa timnya akan mampu meraih kemenangan dan terus memperbaiki posisi di tangga klasemen. Hingga pada akhir musim nanti, mampu finish di zona Eropa.

Ronald Koeman
Ronald Koeman merasa optimis mampu tampil di kancah Eropa pada musim depan

Sejauh ini, The Toffes masih bertahan di urutan ketujuh dengan jarak hanya tiga angka dari lawan yang terakhir dihadapinya yakni Manchester United. Bahkan, untuk masuk ke zona Eropa, Koeman hanya butuh tiga poin untuk menggeser Arsenal di posisi kelima, yang merupakan jatah terakhir tim untuk bermain di kancah Eropa di musim depan.

“Akhir pekan nanti, kami akan menghadapi tim yang saat ini tengah berada dalam tren positif. Namun, kami merasa yakin akan mampu mengalahkan mereka. Terlebih laga akan dimainkan di depan para pendukung kami yang senantiasa selalu menjadi pemain ke 12 bagi kami,”

“Tidak hanya merasa optimis untuk memetik kemenangan pada akhir pekan nanti. Tetapi kami juga merasa yakin akan mampu finish di zona Eropa dan berkompetisi di kancah Benua Biru pada musim depan,” ungkap pelatih asal Belanda.

Romelu Lukaku: Kami Siap Optimalkan di Sisa Laga Musim Ini

Senada dengan pernyataan pelatih, penyerang andalan Everton di lini depan Romelu Lukaku juga meyakini bahwa timnya akan bermain di kompetisi Eropa pada musim baru mendatang. Striker muda Belgia itu mengaku bahwa timnya mampu mengoptimalkan sisa-sisa pertandingan di musim ini.

Romelu Lukaku
Romelu Lukaku meyakini bahwa timnya mampu optimalkan sisa laga musim ini

“Kami berusaha untuk memaksimalkan laga-laga terakhir di musim ini, guna meraih poin penuh di setiap pertandingannya. Dengan begitu, kami tinggal menunggu hasil laga dari tim-tim yang berada diatas kami. Namun yang pasti, kami memiliki rasa optimis untuk dapat tampil di kancah Eropa musim depan,” ujar Lukaku.

Alexis Sanchez Dihargai £50 Juta

Arsenal dikabarkan akan rela melepas pemain andalannya Alexis Sanchez di bursa transfer musim panas mendatang, asalkan kurang dari angka £50 juta. Padahal jika melihat sisa kontrak, bintang asal Cile itu hanya menyisakan satu musim saja di London.

Alexis Sanchez
Alexis Sanchez dikabarkan akan meninggalkan Arsenal pada bursa transfer musim panas nanti

Sebelumnya, pihak manajemen Meriam London dan Sanchez telah melakukan negoisasi kontrak baru. Namun kedua belah pihak tidak menemukan titik terang. Alhasil, Arsenal diberitakan tidak akan kembali melakukan pembicaraan kontrak baru hingga akhir musim nanti.

Kendati demikian, sejumlah media dalam beberapa waktu terakhir ini mengklaim bahwa sang pemain berkeinginan untuk pergi dari Emirates Stadium. Salah satu sumber terpercaya bahkan telah mengungkapkan bahwa pihak Arsenal sudah mematok harga mantan pemain Barcelona itu dengan harga £50 juta.

Sumber yang sama menyatakan bahwa negoisasi kontrak baru sang winger terkendala mengenai gaji. Sanchez menginginkan kenaikan gaji sebesar £300.000 per minggu. Kenaikan itu terbilang sangat besar, lantaran gaji yang diterima oleh sang pemain hanya di angka £130.000.

Beberapa klub Eropa tengah memantau perkembangan Sanchez di Arsenal. Diantaranya seperti Bayern Munich yang dikabarkan tertarik untuk mendatangkan pemain yang pernah bermain di Serie A Italia ketika membela Udinese. Raksasa Bundesliga Jerman itu menjadi tim terdepan untuk mendapatkan jasa sang pemain.

Alexis Sanchez Berseragam Chelsea?

Bukan hal yang mustahil apabila nantinya Alexis Sanchez berseragam Chelsea. Meskipun kedua tim tersebut merupakan rival sekota London yang berkiprah di kancah Liga Primer Inggris. Hal itu diungkapkan oleh Paul Merson.

Alexis Sanchez
Paul Merson meyakini bahwa pihak Arsenal rela melepas Alexis Sanchez ke Chelsea, andai di angka £50 juta

Pendapat mantan pemain timnas The Three Lions itu bukanlah tidak beralasan. Ia berkaca pada pengalaman sebelumnya, dimana Arsenal mengejutkan dengan menjual Robin Van Persie ke Manchester United pada bursa transfer musim 2012 lalu. Disaat sang kapten menyisakan satu musim lagi.

Hal serupa saat ini dialami oleh sang penyerang berkebangsaan Cile tersebut. Masa baktinya bersama The Gunners akan berakhir di musim 2018 mendatang. Namun, pihak manajemen Arsenal dan Sanchez belum menemukan kesepakatan mengenai kontrak baru. Bahkan, pembicaraan itu harus ditunda hingga akhir musim.

Apabila keduanya tidak mencapai kesepakatan, Merson meyakini bahwa Sanchez akan dilepas ke The Blues, untuk menggantikan peran Eden Hazard apabila pemain berkebangsaan Belgia itu hijrah ke Real Madrid.

“Saya berpikir bahwa Alexis (Sanchez) akan pergi di akhir musim nanti. Tapi, saya tidak berpikir bahwa Arsenal akan mampu mengakhiri musim ini di posisi empat besar. Dan, apabila mereka terlepas dari empat besar, maka saya meyakini bahwa Ia akan pergi,”

“Saya mengetahui bagaimana Arsenal bekerja. Sehingga, tak ada alasan mereka untuk tidak mempersilakan Sanchez pergi, apabila mereka akan meraih keuntungan sebesar £50 juta dari penjualan itu. Saya kira, bahwa mereka tidak memiliki keraguan untuk melepas Sanchez ke Chelsea. Terlebih nanti The Blues berani membayar £50 juta,” ujar Morgan.

Dua Raksasa Italia Incar Alexis Sanchez

Selain Atletico Madrid, Bayern Munich, dikabarkan AC Milan dan Inter juga memanfaatkan situasi Alexis Sanchez di Arsenal. Bintang Cile itu hanya menyisakan kontrak satu tahun bersama The Gunners dan diyakini bahwa pihak klub akan melepas sang pemain.

Alexis Sanchez
Duo Milan dikabarkan tertarik untuk mendatangkan Alexis Sanchez

Sanchez sejatinya pernah merasakan atmosfer Serie A Italia saat dirinya membela Udinese. Namun, akhirnya ia pindah ke Barcelona hingga musim 2011. Selanjutnya, Sanchez telah berseragam Arsenal selama tiga tahun dan tetap menjadi bagian skuat tim asuhan Arsene Wenger hingga kini.

Menurut media setempat, beredar kabar bahwa dua raksasa Italia, Inter Milan dan AC Milan menjadi tim terdepan untuk menggaet sang pemain pada bursa musim panas mendatang.

Meski Kalah, Chelsea Tetap Kokoh di Puncak Klasemen

Chelsea tetap memuncaki klasemen Liga Primer Inggris, meskipun pada lanjutan matchday ke 30 akhir pekan ini harus mengalami kekalahan. Tim asuhan Antonio Conte secara mengejutkan menelan pil pahit ketika berhadapan melawan Crystal Palace.

Chelsea vs Crystal Palace
Chelsea secara mengejutkan menelan kekalahan kala berhadapan dengan Crystal Palace

Padahal, laga baru berjalan lima menit, The Blues sudah mampu unggul satu gol melalui sepakan Cesc Fabregas di dalam kotak penalti, setelah menerima umpan silang dari Eden Hazard. Namun, dalam kurung waktu enam menit saja, The Eagles sukses mengembalikan keadaan menjadi 1-2, berkat gol dari Wilfred Zaha dan Christian Benteke.

Namun, kekalahan itu tidak berarti apa-apa bagi Chelsea. Karena tim yang bermarkas di Stamford Bridge ini masih kokoh di puncak klasemen dengan raihan 69 poin. Berjarak tujuh angka dari pesaing terdekat sekaligus rival sekota London Tottenham Hotspur yang menempati urutan kedua.

Akan tetapi, walaupun tidak membuat mereka turun di tangga klasemen. Kekalahan itu menjadikan jarak dengan pesaing terdekat menjadi lebih dekat. Sekaligus memutus tren positif dari terakhir kalinya menerima kekalahan kala berjumpa The Lilywhites awal bulan Januari 2017 lalu di kancah EPL.

Sementara kemenangan bagi Crystal Palace, membuat mereka menjauhi dari zona degradasi. Kini, klub yang bermarkas di Selhurst Park ini mengumpulkan 31 angka. Berselisih hanya satu angka dari Burnley yang duduk di peringkat ke 15.

Adapun di peringkat ketiga tangga klasemen, masih ditempati oleh Liverpool, yang secara perkasa tampil imprensif melawan Everton dalam laga bertajuk Derby Merseyside. Tim arahan Jurgen Klopp kini mengoleksi 59 angka.

Sedangkan di urutan keempat yang merupakan batas akhir zona Liga Champions, sementara waktu diklaim Manchester City yang pada yang akhir pekan ini mampu mencuri satu poin di Emirates Stadium, markas Arsenal. Tim arahan Pep Guardiola menorehkan 58 angka.

Antonio Conte Mengaku Bahwa Kekalahan Ini Terasa Aneh

Chelsea yang bermain di depan para pendukungnya sendiri, terpaksa mengakhiri laga dengan kekalahan kala kedatangan tamu Crystal Palace. Gol cepat dari Fabregas di menit kelima, mampu dengan cepat dibalas oleh Zaha dan Benteke dalam waktu kurun enam menit saja.

Antonio Conte
Antonio Conte mengaku bahwa kekalahan ini terasa aneh

Kekalahan itu membuat sang manajer Antonio Conte sedikit kecewa. Ia mengungkapkan bahwa kekalahan ini terasa aneh. “Bagi kami, kekalahan ini sungguh terlihat aneh. Kami bermain di markas sendiri dengan dukungan penuh, tapi kami tidak dapat memaksimalkan laga itu,” ungkap Conte.

“Mereka (Crystal) Palace bermain baik dan membuktikan bahwa mereka tidak gentar. Gol cepat kami tidak mampu meruntuhkan mental mereka. Justru, membuat mereka bangkit dan langsung mengembalikan keadaan. Tentu hal ini menjadi pelajaran bagi kami,”

“Di laga-laga selanjutnya, kami tidak ingin mengulang apa yang terjadi di laga ini. Kami harus memaksimalkan sembilan laga terakhir. Demi mempertahankan posisi di puncak klasemen dan hingga akhir musim nanti, kami benar-benar menjadi juara,” tutup mantan pelatih timnas Italia ini.

Sam Allardyce: Kemenangan Ini Jadi Modal Berharga

Di sisi lain, kemenangan Crystal Palace atas Chelsea membuat sang pelatih Sam Allardyce merasa senang. Mantan pelatih timnas The Three Lions ini mengungkapkan bahwa kemenangan ini menjadi modal yang sangat berharga untuk timnya menjauhi zona degradasi.

Sam Allardyce
Sam Allardyce merasa optimis bahwa timnya akan tetap bertahan di kancah Liga Primer Inggris

“Saat ini, kami terus bekerja keras untuk menjauhi zona merah. Dengan kemenangan melawan calon terkuat juara musim ini, menjadi modal yang sangat berharga kami, demi menatap sisa laga hingga akhir musim nanti. Kami optimis bahwa musim depan kami masih berkancah di kompetisi ini,” ujar Sam.