SC Bastia Masih Menempati Dasar Klasemen Ligue 1 Prancis

Hingga memasuki pekan ke 34 Ligue 1 Prancis akhir pekan nanti, SC Bastia masih menempati posisi dasar klasemen. Tim besutan Rui Almeida hanya memperoleh 28 angka dari 32 pertandingan yang telah dilalui. Dari rincian hanya meraih enam kemenangan, sepuluh hasil imbang dan harus menelan kekalahan sebanyak 16 kali.

SC Bastia
SC Bastia masih tertahan di dasar klasemen Ligue 1 Prancis hingga pekan ke 34

Berjarak satu angka dari Dijon FCO yang menempati satu peringkat diatasnya. Namun, Bastia memiliki keunggulan dengan satu laga yang belum dimainkan. Yakni ketika melawan Olympique Lyonnais yang seharusnya dilangsungkan pada pekan lalu.

Sementara untuk keluar dari zona degradasi, ‎I Turchini hanya membutuhkan tiga poin untuk menempati posisi ke 18 yang saat ini masih dihuni oleh FC Lorient. Dimana posisi 18 adalah zona Relegation Play-off, yang berarti harus melewati babak kualifikasi terlebih dahulu untuk tetap bertahan di kompetisi tertinggi antar klub Prancis.

Atau untuk menghuni posisi ke 17 yang secara otomatis bertahan di kancah Ligue1 Prancis musim depan. Bastia juga membutuhkan poin yang sama yakni sebanyak tiga angka. Demi menggeser AS Nancy-Lorraine yang menempati urutan 17 tersebut.

Sedangkan puncak klasemen masih dipegang oleh AS Monaco dengan raihan 77 poin. Paris Saint Germain menempel ketat di posisi kedua dengan poin yang sama, namun dengan keunggulan satu laga dari sang pemuncak klasemen.

OGC Nice yang pada awal-awal musim hingga pertengahan musim menempati posisi teratas. Kini, Mario Balotelli CS berada di urutan ketiga dengan jarak empat angka dari sang juara bertahan PSG. Olympique Lyonnais melengkapi zona Eropa dengan raihan 54 poin.

SC Bastia Siap Bertandang ke Markas Girondins de Bordeaux

Akhir pekan nanti, SC Bastia akan bertandang ke Stade Matmut-Atlantique, markas Girondins de Bordeaux dalam lanjutan matchday 34 Ligue 1 Prancis. Pertandingan tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 23 April 2017 dan kick off pukul 01.00 WIB.

Girondins de Bordeaux vs SC Bastia
SC Bastia akan bertandang ke markas Girondins de Bordeaux pada akhir pekan nanti

I Turchini masih menduduki posisi paling buncit di tangga klasemen. Dengan hanya mengumpulkan 28 poin dari 32 pertandingan yang telah dilakoni. Berjarak satu angka dari Dijon FCO yang berada satu tingkat diatasnya dan memiliki satu laga tabungan, kala melawan Olympique Lyonnais.

Tim arahan Rui Almeida akan menghadapi perlawanan yang sengit. Terlebih, mereka bermain sebagai tim tamu. Pasalnya, lawan yang akan mereka hadapi yakni Bordeaux tengah berusaha untuk menempati zona Eropa, yang hanya berjarak dua angka dari Lyon.

Les Girondins masih tertahan di posisi kelima dengan 52 poin dari 33 pertandingan yang telah dilewati. Berselisih dua angka dari Lyon yang menempati urutan paling akhir zona Eropa. Akan tetapi, Les Gones (julukan Lyon) memiliki satu laga tabungan.

Rui Almeida: Kami Siap Curi Poin Maksimal

Meskipun demikian, sang manajer Bastia Rui Almeida menyatakan bahwa timnya siap untuk mencuri poin penuh di markas lawan pada akhir pekan nanti. Demi keluar dari zona degradasi dan tetap bermain di kompetisi Ligue 1 Prancis.

Rui Almeida
Rui Almeida yakin timnya akan meraih tiga poin di markas Bordeaux

“Kami siap untuk bertandang ke markas Bordeaux dan siap untuk mencuri poin maksimal. Situasi tim saat ini dalam keadaan baik-baik saja, setelah mampu memutus tren negatif pada dua pekan lalu. Dan kami memiliki waktu istirahat dua pekan, setelah di pekan lalu pertandingan melawan Lyon harus tertunda,”

“Dengan waktu istirahat yang cukup untuk memulihkan tenaga para pemain. Kami merasa optimis akan mendapatkan raihan tiga poin. Walaupun kami bermain penuh tekanan dari para supporter tim tuan rumah. Tapi kami memiliki mental yang kuat,” ungkap pelatih berkebangsaan Portugal.

AS Monaco Perkasa di Puncak Klasemen Ligue 1 Prancis

Memasuki matchday 33 Ligue 1 Prancis pada akhir pekan nanti. AS Monaco masih sangat nyaman duduk di puncak klasemen dengan raihan 74 poin. Dari rincian 23 pertandingan mampu meraih kemenangan, lima kali hasil imbang dan hanya menelan tiga kekalahan saja.

AS Monaco
AS Monaco masih kokoh di puncak klasemen Ligue 1 Prancis

Dimana ketiga kekalahan tersebut diderita saat menghadapi Olympique Lyonnais dengan skor 1-3 di markas kebanggaan sendiri. Kala bertandang ke markas Toulouse FC dengan skor yang sama 3-1. Dan terakhir ketika mengunjungi markas OGC Nice dengan kekalahan yang cukup telak 4-0.

Namun tim asuhan Leonardo Jardim mengantongi satu laga tabungan, yakni kala menghadapi AS Saint Etienne di pekan ke 31 lalu. Pertandingan yang seharusnya dilangsungkan pada tanggal 2 April 2017 di Stade Louis II tersebut harus ditunda.

Kini, Les Rouge et Blanc memiliki selisih tiga angka dari sang juara bertahan Paris Saint Germain yang terus membuntuti di urutan kedua, yang sama-sama baru melakoni laga sebanyak 31 pertandingan.

Sementara jarak dengan OGC Nice yang duduk di posis ketiga sebesar empat angka. Namun, Mario Balotelli CS tidak memiliki laga tabungan.

Pada pekan depan, Monaco akan bermain di markas kebanggaan sendiri dengan dukungan penuh para fans kala meladeni perlawanan Dijon FCO. Kemenangan mutlak harus diraih oleh Radamel Falcao CS, guna memperkokoh posisi di puncak klasemen dan tetap menjaga jarak aman dengan PSG yang bertandang ke markas Angers SCO.

Leonardo Jardim Optimis Pertahankan Posisi Teratas Hingga Akhir Musim

Hingga pekan ke 31, AS Monaco masih sangat perkasa di puncak klasemen Ligue 1 Prancis dengan selisih tiga angka dari sang rival Paris Saint Germain. Meskipun jarak tidak terlalu besar, namun sang manajer Leonardo Jardim merasa optimis bahwa timnya akan mampu mempertahankan posisi teratas hingga akhir musim nanti.

Leonardo Jardim
Leonardo Jardim yakin timnya akan meraih gelar juara di akhir musim nanti

“Saat ini kami masih kokoh di puncak klasemen dengan jarak tiga poin dari juara bertahan. Meskipun selisih tidak terbilang besar dan kami dapat kehilangan posisi teratas apabila kami terpeleset di laga berikutnya. Terlebih lagi kami masih harus menghadapi tim-tim besar pada pekan-pekan depan,”

“Namun yang pasti, kami memiliki rasa percaya diri yang tinggi untuk mampu menjaga posisi saat ini hingga akhir musim nanti. Kami optimis akan mengangkat gelar juara di akhir musim ini,” ujar Jardim.

Pelatih berkebangsaan Portugal tersebut menambahkan bahwa timnya akan memaksimalkan semua gelar yang masih tersedia. Sejauh ini, Les Rouge et Blanc masih bermain di tiga ajang kompetisi, yakni Ligue 1 Prancis, Liga Champions dan Coupe de France.

“Kami masih memiliki kesempatan untuk meraih tiga gelar musim ini. Di kancah liga domestik, kami kokoh di puncak klasemen. Dan di ajang Liga Champions, kami harus berjuang di babak perempat final melawan tim besar. Serta terakhir di babak semifinal Coupe de France melawan PSG,”

“Tentu kami akan berusaha untuk memaksimalkan ketiga gelar tersebut. Jangan sampai kami mengakhiri musim ini tanpa satupun gelar yang dapat kami raih,” tutup Jardim.

Radamel Falcao: Tentu, Kami Optimis Akhiri Musim Ini Dengan Meraih Gelar

Senada dengan pernyataan dari sang pelatih. Penyerang andalan AS Monaco Radamel Falcao mengungkapkan bahwa timnya akan mampu mengakhiri petualangan musim ini dengan menjadi juara.

Radamel Falcao
Radamel Falcao merasa yakin bahwa timnya mampu mengakhiri musim ini dengan gelar juara

“Saya rasa, saat ini kami memiliki rasa percaya diri yang cukup tinggi. Kami mampu mempertahankan posisi di puncak klasemen. Sukses melangkah ke babak perempat final Liga Champions dan bermain di fase semifinal Coupe de France. Sehingga, kami optimis akan mengakhiri musim ini dengan meraih gelar,” ungkap penyerang asal Kolombia.

Meski Kalah, Chelsea Tetap Kokoh di Puncak Klasemen

Chelsea tetap memuncaki klasemen Liga Primer Inggris, meskipun pada lanjutan matchday ke 30 akhir pekan ini harus mengalami kekalahan. Tim asuhan Antonio Conte secara mengejutkan menelan pil pahit ketika berhadapan melawan Crystal Palace.

Chelsea vs Crystal Palace
Chelsea secara mengejutkan menelan kekalahan kala berhadapan dengan Crystal Palace

Padahal, laga baru berjalan lima menit, The Blues sudah mampu unggul satu gol melalui sepakan Cesc Fabregas di dalam kotak penalti, setelah menerima umpan silang dari Eden Hazard. Namun, dalam kurung waktu enam menit saja, The Eagles sukses mengembalikan keadaan menjadi 1-2, berkat gol dari Wilfred Zaha dan Christian Benteke.

Namun, kekalahan itu tidak berarti apa-apa bagi Chelsea. Karena tim yang bermarkas di Stamford Bridge ini masih kokoh di puncak klasemen dengan raihan 69 poin. Berjarak tujuh angka dari pesaing terdekat sekaligus rival sekota London Tottenham Hotspur yang menempati urutan kedua.

Akan tetapi, walaupun tidak membuat mereka turun di tangga klasemen. Kekalahan itu menjadikan jarak dengan pesaing terdekat menjadi lebih dekat. Sekaligus memutus tren positif dari terakhir kalinya menerima kekalahan kala berjumpa The Lilywhites awal bulan Januari 2017 lalu di kancah EPL.

Sementara kemenangan bagi Crystal Palace, membuat mereka menjauhi dari zona degradasi. Kini, klub yang bermarkas di Selhurst Park ini mengumpulkan 31 angka. Berselisih hanya satu angka dari Burnley yang duduk di peringkat ke 15.

Adapun di peringkat ketiga tangga klasemen, masih ditempati oleh Liverpool, yang secara perkasa tampil imprensif melawan Everton dalam laga bertajuk Derby Merseyside. Tim arahan Jurgen Klopp kini mengoleksi 59 angka.

Sedangkan di urutan keempat yang merupakan batas akhir zona Liga Champions, sementara waktu diklaim Manchester City yang pada yang akhir pekan ini mampu mencuri satu poin di Emirates Stadium, markas Arsenal. Tim arahan Pep Guardiola menorehkan 58 angka.

Antonio Conte Mengaku Bahwa Kekalahan Ini Terasa Aneh

Chelsea yang bermain di depan para pendukungnya sendiri, terpaksa mengakhiri laga dengan kekalahan kala kedatangan tamu Crystal Palace. Gol cepat dari Fabregas di menit kelima, mampu dengan cepat dibalas oleh Zaha dan Benteke dalam waktu kurun enam menit saja.

Antonio Conte
Antonio Conte mengaku bahwa kekalahan ini terasa aneh

Kekalahan itu membuat sang manajer Antonio Conte sedikit kecewa. Ia mengungkapkan bahwa kekalahan ini terasa aneh. “Bagi kami, kekalahan ini sungguh terlihat aneh. Kami bermain di markas sendiri dengan dukungan penuh, tapi kami tidak dapat memaksimalkan laga itu,” ungkap Conte.

“Mereka (Crystal) Palace bermain baik dan membuktikan bahwa mereka tidak gentar. Gol cepat kami tidak mampu meruntuhkan mental mereka. Justru, membuat mereka bangkit dan langsung mengembalikan keadaan. Tentu hal ini menjadi pelajaran bagi kami,”

“Di laga-laga selanjutnya, kami tidak ingin mengulang apa yang terjadi di laga ini. Kami harus memaksimalkan sembilan laga terakhir. Demi mempertahankan posisi di puncak klasemen dan hingga akhir musim nanti, kami benar-benar menjadi juara,” tutup mantan pelatih timnas Italia ini.

Sam Allardyce: Kemenangan Ini Jadi Modal Berharga

Di sisi lain, kemenangan Crystal Palace atas Chelsea membuat sang pelatih Sam Allardyce merasa senang. Mantan pelatih timnas The Three Lions ini mengungkapkan bahwa kemenangan ini menjadi modal yang sangat berharga untuk timnya menjauhi zona degradasi.

Sam Allardyce
Sam Allardyce merasa optimis bahwa timnya akan tetap bertahan di kancah Liga Primer Inggris

“Saat ini, kami terus bekerja keras untuk menjauhi zona merah. Dengan kemenangan melawan calon terkuat juara musim ini, menjadi modal yang sangat berharga kami, demi menatap sisa laga hingga akhir musim nanti. Kami optimis bahwa musim depan kami masih berkancah di kompetisi ini,” ujar Sam.